Menuju Universitas Berbasis Pesantren

Perguruan Tinggi Islam, seperti Darullughah Wadda’wah (Dalwa) Bangil ini memiliki masa depan yang bagus di masa mendatang. Karena sistem yang berjalan adalah berbasis pesantren.

Di era revolusi teknologi informasi kemudian terjadi pandemi global covid 19 menantang kampus-kampus melakukan inovasi perkuliahan. Kebanyakan lembaga pendidikan belum benar-benar siap menghadapi tantangan ini.

Di era seperti ini, pembelajaran online membuat gedung-gedung kampus tidak seramai dulu. Dosen dan mahasiswa bertemu secara virtual.

Tentu saja, tidak semua materi tersampaikan dengan maksimal dengan sistem ini. Maka, dalam era seperti ini, pesantren menjadi solusi. Beberapa perguruan tinggi Islam mewajibkan mahasiswa tinggal di asrama selama satu tahun. Itulah pesantren.

Di Dalwa, selain berbasis asrama karena semua mahasiswa adalah santri pondok pesantren dalwa, materi kuliah memiliki kekuatan. Yaitu semua mata kuliah “dibungkus” dalam konteks tradisi pesantren. Mulai ajaran, kebiasaan dan kedisiplinan.

Dalam pendidikan, perguruan tinggi seperti Dalwa ini, yang basisnya pesantren itu berlaku kesepaduan antar berbagai unsur di pesantren dengan unsur-unsur di jami’ah (Universitas).

Pembelajaran di Universitas Dalwa kelak tidak berlepas, dan tidak boleh lepas, dari pengajaran Diniyyah Pondok. Karena salah satu target Universitas Dalwa adalah mengangkat dan melanjutkan ilmu Diniyyah ke dalam level Jamiah.

Dalam universitas yang berbasis pesantren akan berlaku semacam ‘super sistem’. Artinya, ada tiga sistem dasar yang berjalan. Yaitu sistem bahasa Arab, sistem pengislaman ilmu-ilmu modern, dan sistem keikhlasan ala pondok pesantren.

Selain itu pembelajaran mahasiswa tidak lepas dari tiga pilar ajaran muassis pondok, Abuya Habib Hasan Baharun, yaitu Tarbiyah, Lughah dan Entrepeneur.

Pada prodi ES misalnya mahasiswa dituntut untuk mampu presentasi dalam bidang ekonomi dalam bahasa Arab. Lulusan SKI, diharapkan mampu menarasikan sejarah Islam di Nusantara dengan bahasa Arab kalian yang bagus.

Selain itu mereka memiliki skill khusus yaitu jiwa kemandirian berekonomi.

Adapun sistem berikutnya yaitu sistem pengislaman dan integrasi ilmu dan keikhlasan maksudnya adalah. Mahasiswa universitas Dalwa memperolah dua macam ilmu, yaitu ilmu syariah dan ilmu non-syariah. Kurikulum diniyyah itu ilmu diniyyah. Sedangkan wawasan umum ilmu modern dipelajari di jamiah. Dua sistem tersebut diperkuat dengan sistem keikhlasan. Meskipun mahasiswa, tapi mereka adalah santri. Harus tunduk secara suka rela terhadap pondok. Mahasiswa sekaligus santri dididik untuk menjadi sarjana yang mukhlis. Sarjana yang pejuang, mental kuat tapi berakhlak tinggi serta berjiwa kemandirian.

Maka, mahaiswa yang belajar akuntansi di Dalwa misalnya akan berbeda dengan mahasiswa yang belajar akuntansi di kampus lain. Sistem, pendekatan dan materi itu yang membedakan. Bersistem pesantren, menggunakana pendekatan pengislaman ilmu modern dan materi yang terintegrasi dengan pondok.

Era ke depan adalah zaman digitalisasi pendidikan. Semua akan serba online. Apakah belajar adab, belajar akhlak itu bisa secara online? Inilah kelemahan sistem digital pada masa mendatang akan semakin marak. Dimana pada akhirnya orang pasti akan ke sistem pesantren bila ingin akhlaknya baik. Karena pesantren itu adalah tempat pengajaran adab yang baik.

Oleh: Ahmad Kholili Hasib

2 Replies to “Menuju Universitas Berbasis Pesantren”

  1. Asslmu’alaikum slam ta’dzim dgn para habaib dan masayikh yg tlah mnddik kami.. Mhon maaf min ad permintaan dri alumni agar meng uploud smua sertifikat akreditasi jamiah dri dlu smpai yg trbaru.. jdi alumni tidak repot utk mncari-y jika dbutuhkan… Agr mmudhkan jlur dlm brdakwah dan tadris.. Syukron jazakallah khoirol jaza..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *