Korean Muslim Federation Busan Branch Jalin Kerjasama Bidang Dakwah

WhatsApp Image 2022-11-21 at 10.03.53

Bangil, Dalwa Berita –  Pada Sabtu lalu (29/10/2022), Ustaz Syaikhoni Imam selaku perwakilan dari Korean Muslim Federation Busan Branch mengunjungi Institut Agama Islam Darullughah Wadda’wah. Dewan Struktural IAI Dalwa menyambut para tamu tersebut di Rahat Room, Dalwa Hotel Syari’ah.

Menurut keterangan Dr. Imaduddin,M.Pd.I selaku Wakil Direktur Pascasarjana IAI Dalwa, tamu datang ke IAI Dalwa setelah mengetahui bahwa Dalwa memiliki perkembangan yang cukup bagus. Kunjungan tersebut sekaligus untuk mengadakan kerja sama.

“Mereka mendengar tentang pondok pesantren yang perkembangannya cukup bagus adalah Ponpes Dalwa. Kemudian mereka berkunjung ke Dalwa dengan maksud ingin menyampaikan perkembangan Islam dan juga mengadakan kerja sama pengiriman pendakwah dari Indonesia ke Korea,” ucap Ustadz Imaduddin ketika diwawancara pada Kamis (17/11/2022) di Dalwa Hotel Syariah.

Pasalnya, selama ini dai yang diundang ke Korea Selatan hanya bersifat undangan sehingga tidak menyentuh warga setempat secara langsung.

“Sementara ini, dai -dai yang datang ke Korea itu dai yang hanya bersifat undangan, bukan dai-dai yang menetap kemudian berdakwah di sana dengan masa waktu yang cukup lama. Nah, adapun dai-dai yang diundang dari Indonesia itu seperti Buya Yahya, Ustadz Abdul Somad dan termasuk guru dan Rektor kita Habib Segaf Baharun masih bersifat penyampaian pada publik, inginnya kedepannya nanti ada Da’i yang menetap di Korea” papar beliau menurut penjelasan Ustaz Syaikhoni.

Lebih lanjut, menurut keterangan Ustadz Syaikhoni yang mengatakan, minimnya kemampuan dai akan bahasa Korea merupakan problem besar dalam berdakwah. Pasalnya, selain warga Korea yang tidak berbahasa Inggris, mereka menginginkan adanya seorang ustaz yang tinggal di sana dan mampu berkomunikasi dengan mereka.

“Kata beliau, kendala pokoknya adalah bahasa, karena orang Korea memakai bahasa Korea, tidak bahasa Inggris, kendala selama ini banyak dai-dai itu tidak siap dengan kemampuan bahasa. Orang Korea itu sebetulnya menginginkan ustaz-ustaz dari Indonesia yang bisa berkomunikasi dengan mereka,” lanjutnya.

Mewakili warga muslim Korea Selatan, Ustadz Syaikhoni ingin melihat sendiri perkembangan Islam di Indonesia, sekaligus membangun relasi dengan kemungkinan adanya kerja sama yang bisa dilakukan.

“Jadi Ustadz Syaikhon ini mewakili warga muslimin Korea untuk melihat perkembangan Islam di Indonesia yang menjajaki kemungkinan-kemungkinan kerja sama yang bisa dilakukan, serta melihat potensi untuk pengiriman dari ke negara tersebut,” jelas beliau.

Setelah penyampaian profil Dalwa, perwakilan Korea Selatan tersebut tertarik untuk menyatakan kerja sama terkait pengiriman dari ke sana.

“Setelah kita sampaikan tentang Dalwa, yang mana alumni kita banyak yang mendirikan pondok pesantren dan beberapa majlis ta’lim serta adanya pengiriman guru tugas ke lembaga pendidikan dan tempat-tempat yang diperlukan dai, maka beliau tertarik untuk menyatakan kerja sama yang lebih serius karena memang kebutuhan pendakwah di Korea itu sangat mendesak karena semangat agamanya semakin tinggi sekarang,” papar beliau.

Dengan tingkat bunuh diri yang tinggi, para dai nantinya diharap untuk mengatasi hal tersebut, karena sesuai dengan keterangan dari Ustadz Syaikhoni, ilmu agama dipastikan dapat mengatasi hal tersebut.

“Angka bunuh diri di sana itu besar karena banyaknya problem hidup, sedangkan rohaniyahnya miskin, yang pasti agama akan menjadi solusi nantinya,” ucap beliau.

Di akhir wawancara, Ustadz Imaduddin menuturkan bahwa kerja sama semacam ini harus kerap dilakukan, karena searah dengan IAI Dalwa yang menuju tingkat internasional.

“Kesannya, kerja sama seperti ini harus sering dilakukan searah dengan kiprah kita yang semakin menuju tingkat internasional,” tutur beliau.Gustiawan/red.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *