Malam Penganugerahan Asrama Mahasiswa Terbaik oleh Rektor

Bangil, Dalwa Berita- Sudah menjadi hal lazim yang dilakukan Ponpes Dalwa setiap bulannya dengan mengadakan Lailatul Takrim (malam penganugrahan) pada Asrama (kamar-kamar) yang mendapat predikat juara dalam lomba yang diadakan oleh pihak Ponpes Dalwa. Tiga Kategori yang dilombakan yaitu kamar terbaik, ihya al lughah (keaktifan bahasa Arab) serta rayon terbaik. Penilaian dilihat dari beberapa aspek diantaranya kebersihan, keamanan, dan ketertiban.

Terdapat 64 kamar yang bersaing untuk menjadi juara dalam 3 kategori tersebut. Terbagi dalam 9 rayon berbeda yang berisikan 8–9 kamar perrayonnya (asramanya). Untuk bulan ini yang mendapat predikat kamar terbaik dalam bidang kebersihan adalah kamar 4 untuk rayon Binayah Jadidah, kamar 15 untuk asrama Jamiah Tahtiyah, kamar 18 Asrama Jamiah Wastiyah, Kamar 28 Asrama Jamiah Fauqiyah, Kamar 32 Aitam Tahtiyah, kamar 39 aitam wastiyah, Kamar 48 Aitam Fauqiyah, 6 untuk rayon Dalwa 4 Ghorby dan kamar 18 untuk rayon Dalwa 4 Syarqiyah.

Tepat pada Kamis (03/03) di masjid Baitul Gaffar malam penganugrahan tersebut di langsungkan. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Rektor IAI Dalwa Dr. Habib Segaf bin Hasan Baharun, Habib Ali Baharun, Ustadz Ismail Ayyub selaku ketua bagian kesiswaan Ponpes Dalwa juga al Habib Abdurrahman bin Muhammad al Idrus selaku tamu undangan.

Dimulai setelah sholat isya, acara diawali dengan peresmian nama baru enam santri yang diganti namanya oleh mudirul ma’had. Dilanjut ke acara inti yaitu pemberian hadiah dan cinderamata kepada kamar-kamar yang menjadi juara dalam perlombaan tersebut.

Sedikit berbeda dengan malam Lailatul Takrim sebelumnya. pada kesempatan kali ini juga menjadi malam penganugrahan bagi Mahasiswa dan santri yang mengikuti lomba pada pekan olahraga yang diadakan oleh pihak Dalwa Sport. Terdapat 4 cabang olahraga yang di lombakan. Yaitu, volly, tenis meja, sepak takraw serta bulu tangkis.

Di akhir acara Rektor IAI Dalwa berpesan kepada seluruh Mahasiswa dan santri untuk tidak berhenti dalam berusaha karna Allah Subhanahhu Wata’ala selalu memberi kesempatan yang sama kepada para hambanya. “Kehidupan ini sangat kompetitif. Dan setiap kompetisi harus di perjuangkan. Dan perjuangan butuh pengorbanan. jangan khawatir. Karna semua punya kesempatan (untuk menang) yang sama. Dan Allah membagikan kesempatan itu kepada semua hambanya dengan adil.” Pungkas beliau dalam mauidhahnya.Dzulqisthi/red

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *