Diskusi UKM Fokus, “Pajak Sembako dan Pendidikan dalam RUU PPN”

Bangil, Dalwa Berita- Unit Kegiatan Mahasiswa Forum Diskusi (UKM FOKUS) IAI Dalwa kembali menggelar diskusi ilmiah pada Sabtu malam (31/07) di perpustakaan terpadu Sayyid Muhammad al-Maliki Ponpes Dalwa dengan materi utama Fungsi Pajak Sembako dan Pendidikan dalam RUU PPN (Rancangan Undang-undang Pajak Pertambahan Nilai).

Diskusi berjalan dengan membagi peserta menjadi 2 kubu. Kubu pemerintah mewakili persuasi kepemerintahan dan kubu rakyat yang menyuarakan aspirasi rakyat. Selain dihadiri para anggota, diskusi kali ini juga dihadiri oleh  beberapa perwakilan HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan) sebagai tamu undangan, Mahasiswa IAI Dalwa, serta para santri.

Diskusi yang diadakan setiap pekan dengan tema berbeda tersebut terasa hidup karena narasumber dan peserta saling adu pikiran mengenai seluk beluk RUU PPN ini. Mulai dari Kubu Pemerintahan yang meluruskan maksud mereka untuk meningkatkan modal negara, sampai kubu rakyat yang merasa didiskriminasi efek dari RUU PPN ini.

“Indonesia itu kaya SDA, cuma miskin modal,” ucap saudara Aqil sebagai hujjahnya dari kubu pemerintahan.

Sedangkan kubu rakyat banyak memberikan solusi-solusi yang dianggap lebih tepat untuk meningkatkan modal negara, seperti penekanan pajak pada barang-barang mewah, sampai penekanan kewajiban zakat bagi setiap muslim dan pajak bagi non pribumi.

Diskusi yang dimoderatori oleh Nafis selaku anggota UKM Fokus tersebut menyimpulkan, bahwa RUU PPN ditujukan benar-benar untuk menangani efek pandemi, meski masih berbentuk rancangan dan belum disahkan.

Dengan adanya diskusi tersebut diharapkan akan lahirnya nalar kritis dan pemikiran luas mahasiswa dalam setiap permasalahan “Tujuan kita berdiskusi ya supaya nalar kita sebagai mahasiswa dapat meluas dan cepat tanggap dalam menghadapi setiap permasalahan.” Pungkas Soleh selaku ketua UKM Fokus.Ezra/red.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *