Tasyakkuran Pembukaan Program Doktor Pendidikan Agama Islam IAI DALWA

Pada Ahad malam Senin, 19 November 2017 bertepatan dengan 1 Rabiul Awal 1439 H, di Masjid Baitul Ghaffar PP. Darullughah Wadda’wah (Dalwa) Bangil diadakan tasyakuran atas terbitnya SK Pembukaan Program Doktor Pendidikan Agam Islam IAI DALWA.

Rektor IAI DALWA, Habib Segaf bin Hasan Baharun, mengaku bahagia atas pencapaian ini. Menurutnya, program doktor ini adalah bagian dari perjuangan Dalwa yang telah dirintis muassis (pendiri), Habib Hasan Baharun.

“Kami bersyukur dan berterima kasih atas perjuangan dosen-dosen dan pihak yang ikut membantu suksesnya turunnya izin SK pembukaan Program Doktor dari Kementrian Agama. Semoga antum semua dicatat sebagai pejuangnya Rasulullah Saw. Sesuai dengan apa yang dicita-citakan Abuya Habib Hasan Baharun”, kata Habib Segaf Baharun.

Beliau menerangkan, bahwa dibukanya perguruan Tinggi di Dalwa, mulai S-1 hingga sekarang S-3 bukan semata-mata demi gelar, demi gagah-gagahan, dan tujuan-tujuan duniawi lainnya.

“Kita supaya memudahkan jalan dakwah. Gelar itu digunakan supaya dakwah  menyelamatkan orang bisa masuk ke beberapa sisi”, tegasnya.

Beliau menceritakan, bahwa muassis (pendiri pondok) memang telah memiliki gagasan bahwa di Pondok tidak hanya diberi pelajaran diniyyah tetapi juga mu’adalah (pendidikan umum).

Sementara itu, direktur Pascasarjana IAI DALWA, Habib Zainal Abidin Bilfaqih, menceritakan perjuangan mendirikan pendidikan mu’adalah dari strata satu (S1) hingga level tertinggi yaitu S3.

“Banyak jalan halangan tapi ada kemudahan dan hal-hal tidak terduga selama perjuangan ini. Semua ini berkat doa para pimpinan dan pendiri pondok. Habib Hasan Baharun sekarang bangga dengan antum semua. Beliau bahagia di sana”, ujarnya.

Program Doktor Pendidikan Agama Islam IAI DALWA ini telah resmi setelah SK (Surat Keputusan) Direktur Jendral Pendidikan Islam Nomor 5823 tahun 2017 ditetapkan pada 23 Oktober 2017.

Dengan terbitnya SK ini, maka IAI DALWA menjadi perguruan tinggi Islam kedua yang berbasis pesantren yang berhasil membuka program doktor, setelah Unida (Universitas Darussalam) Gontor Ponorogo.

Program Doktor IAI DALWA ini memiliki kekhususan.  Antara lain menggabungkan tiga pemikiran tokoh besar; yaitu Prof. Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki, Prof. Syed Muhammad Naquib al-Attas dan Dr. Habib Abu Bakar al-Adni al-Masyhur, sebagai basis pemikiran dasar dalam kurikulumnya. Selain itu bekerja sama dengan dosen CASIS-UTM (Center for Advandce Studies on Islam, Science and Civilization-University Teknologi Malaysia), sebagai professor tamu di program Doktor.

Program doktor PAI ini memiliki tujuan; melahirkan ahli-ahli pendidikan yang berwawasan peradaban Islam dengan merujuk pada karya-karya ulama/intelektual Muslim terdahulu dan fungsionalisasinya di era kontemporer. Program juga memberi penekanan pada pengajaran konsep-konsep pendidikan Islam, konsep adab serta Islamisasi pengetahuan kontemporer.  Pendidikan sebagai media dan sarana utama untuk mencetak ilmuan beradab yang memiliki pandangan hidup Islam. (kholili)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *