Silaturrahmi dan Studi Banding KEMENAG Jakarta Selatan ke Dalwa

Bangil, Dalwa Berita– Dalam membangun kemitraan dan jaringan komunikasi yang baik antara instansi pemerintah Kementrian Agama dengan Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah, rombongan kerja Kemenag Jakarta selatan yang ditemani oleh perwakilan kepala Kemenag Pasuruan Muhammad Furqon mengadakan acara silahturahmi dan studi banding ke Ponpes Dalwa (28/10/19) di Dalwa Hotel Syariah.

Rombongan kemenag Jaksel yang melakukan silahturahmi tersebut merupakan sebuah kelompok kerja penyuluhan Agama Islam di setiap kecamatan yang ada di Jakarta Selatan. Muncul dari rasa penasaran oleh cerita Abdul hadi dan Qomarudin yang merupakan alumni Ponpes Dalwa dalam kelompok kerja itu. Akhirnya rombongan berjumlah 28 orang yang terdiri dari laki-laki dan wanita tersebut berhasil mengobati rasa penasaran tentang Ponpes Dalwa yang terletak di Pasuruan Jawa timur ungkap Nasrudin, Lc. Selaku pimpinan rombangan dan KASI BIMAS Islam Kemenag Jakarta selatan.

Dimulai selepas shalat Maghrib, para tamu diperlihatkan profil Ponpes Dalwa yang didokumentasikan dalam sebuah cuplikan film pendek karya Dalwa Multimedia yang sekerang bertransformasi menjadi Dalwa TV pada Muharram 1441 H lalu.

Dengan menghadirkan Kepala Bagian Kesiswaan ustadz Ismail Ayyub, M.Pd.I, kepala bagian Bahasa Arab Ponpes Dalwa ustadz Hasan Basri bin Muhammad, wakil Rektor I ustadz Imaduddin, M.Pd.I, wakil Rektor III ustadz A. Fauzi Hamzah, M.Pd.I dan bagian tarbiyah ustadz Sholahudin Hasyim, M.H.I. mengadakan dialog silahturahmi dengan para tamu undangan.

Berbagai pertanyaan seputar Ponpes Dalwa dilontarkan dalam dialog tersebut, seperti “apa yang menjadi ciri khas output dari alam pendidikan di Dalwa, bagaimana kiprah dan program pondok pesantren dalam membina masyarakat, hingga hubungan kemitraan antara Ponpes Dalwa dan Kemenag daerah Pasuruan.” Tanya para tamu satu persatu.

“Yang menjadi ciri khas output Ponpes Dalwa adalah mental yang kuat karena telah dibina sekian rupa saat di pondok untuk menjadi kader-kader da’i yang mukhlis dan bermental kuat, selain itu dari segi pendidikan Ponpes Dalwa membekali santri-santrinya tidak hanya dengan ilmu agama dan Bahasa Arab yang juga menjadi ciri khas dari Ponpes Dalwa, tapi juga ilmu umum dan ilmu kemasyarakatan agar ketika terjun kemasyarakat mampu berdakwah dan bersosialisasi dengan baik.” Jawab kepala bagian kesiswaan asal Pontianak tersebut.

“Dalam program bakti kemasyarakatan Ponpes Dalwa memiliki program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, seperti program sunatan masal yang pesertanya berjumlah 200-an berasal dari berbagai daerah di Bangll dan Pasuruan, santunan bagi fakir miskin dan para janda sekitar pondok, program KKN Mahasiswa semester 7, pemberian beasiswa bagi 6-7 anak di desa binaan tempat KKN, desa yang pernah menjadi tempat KKN dijadikan desa binaan Ponpes Dalwa, ada pula program beasiswa bagi daerah umat Islamnya minoritas seperti di daerah timur, bahkan santri asal luar negeri asal Kamboja saat ini mendapat beasiswa full dari pondok bahkan masalah urusan visa dan paspor termasuk dalam beasiswa itu, pengobatan gratis bagi masyarakat kurang mampu, hingga pengiriman khotib-khotib untuk pembinaan di penjara.” tambah wakil Rektor III bagian kemahasiswaan dan Humas IAI Dalwa.

Muhammad Furqon selaku perwakilan kepala Kemenag Pasuruan memberikan testimoni tentang hubungan antara Ponpes Dalwa dengan Kemenag Daerah “Dalwa dengan Kemenag seperti dua sisi koin yang tak bisa dipisahkan, selain Dalwa juga memberikan kontribusi seperti selalu memperoleh juara umum dan juara 1 pada setiap kali ada lomba yang berkaitan dengan pondok pesantren seperti Bahasa Arab, ceramah, dan qosidah. Beberapa staff Kemenag daerah Pasuruan juga menjadi tenaga pengajar baik di sekolah Dalwa maupun kampusnya.”

“Kami menyampaikan banyak terima kasih karena telah disambut begitu mewah seperti ini, saya merasa disambut seperti bagian dari keluarga sendiri. Saya berharap Ponpes Dalwa agar dapat lebih dikenal lebih luas lagi di Jakarta sana dengan aktif mempromosikan dan mensosialisasikannya.” Ungkap Naif Adnan kelompok penyuluh agama Islam di Jakarta selatan yang juga saat ini mengambil program Doktoral di PTIQ Jakarta.Wildan/red.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *