Menuju Bantuan Penelitian LITAPDIMAS 1 Miliar Rupiah

Bangil, Dalwa Berita-Minggu, siang (28/7) Lembaga Penelitian Institut Agama Islam Darulughah Wadda’wah (Lemlit IAI Dalwa) mengadakan acara sosialisasi dan pendampingan penelitian, publikasi ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat (LITAPDIMAS) tahun anggaran 2020 untuk para dosen IAI Dalwa di Hotel Dalwa Syariah.

Acara yang diadakan sejak pagi hingga siang hari tersebut dihadiri oleh 27 dosen putra dan 8 dosen putri serta wakil rektor I ustadz Imaddudin, M.Pd.I. dan wakil rektor III ustadz Fauzi Hamzah, M.Pd.I. Dalam sambutan acara yang disampaikan oleh wakil rektor I menyebutkan “Dalwa akan menjadi pusat riset produk halal. Semua peralatannya didatangkan dari Jepang, hasil dari M.O.U dari Kemenag. Oleh karena itu saya berharap untuk komunitas kita agar dapat mengembangkan kualitas diri lebih baik dan profesional lagi.” 

Bertindak sebagai pemateri dalam acara ini ustadz Khafid Fuad Raya, M.Pd.I. menyampaikan rasa gelisahnya tentang penelitian di Dalwa dan salah satu alasan mengapa dilaksanakannya acara tersebut “karena sulit sekali membudayakan penelitian, apalagi menulis. Padahal anggaran yang turun dari Kemenag untuk setiap penelitian bervariasi, dari yang anggarannya 10 Juta hingga 1 Millar Rupiah tergantung event dan tingkat kerumitannya.” keluh beliau.

Besarnya jumlah anggaran tersebut tidak harus membuat kita heran, pasalnya dilansir dari situs resmi Kementerian keuangan Republik Indonesia, Menteri Sri Mulyani Indrawati menerangkan bahwa dalam APBN 2019 telah dianggarkan dana penelitian sebesar Rp 35,7 triliun yang tersebar di 45 kementerian/lembaga (K/L). Selain itu, pemerintah juga sudah menyiapkan endowment fund atau dana abadi untuk penelitian sebesar Rp. 99 miliar yang akan dapat digunakan oleh universitas-universitas.

Sebagai Wakil Ketua Lemlit IAI Dalwa, pak khafid juga menyampaikan tentang kemajuan kepenelitian di IAI Dalwa “kita adalah perguruan tinggi yang pertama kali diterima proposal penelitiannya sekaligus 6 buah. Ibarat mancing, kita yang baru mulai belajar memancing ini  langsung dapat ikan banyak. Ini suatu prestasi yang besar, kampus-kampus yang lain biasannya hanya dapat 3 proposal penelitian yang diterima, malah kadang-kadang Cuma dua, kadang malah nggak dapat sama sekali. Kenapa bisa begitu? Karena tidak ada pendampingan penelitian dari pihak kampus. Untuk penelitian di ranah dosen IAI Dalwa sudah lebih baik dari pada tahun 2017 saat saya pertama kali mengajar di sini, dan masuk tahun 2018 melonjak tinggi masalah kepenelitian ini.” ungkap pak Khafid saat sesi wawancara bersama salah satu kru Dalwa Berita. Wildan/red.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *