Mahasiswi KKN IAI Dalwa Prodi ES Menjadi Penggerak Pembangunan “KUD Sembada” di Puspo Pasuruan

Sekitar 17 mahasiswi Prodi Ekonomi Syari’ah beserta jajaran pimpinan lembaga penelitan dan pengabdian masyarakat (LPPM)s Institut Agama Islam Darullughah Wadda’wah pada hari Jum’at, tanggal 8 Februari 2019 mengadakan observasi di KUD Sembada Kecamatan Puspo Kabupaten Pasuruan. Kegiatan ini diselenggarakan untuk membekali mahasiswi dengan pemahaman serta kesadaran akan peran mereka sebagai motor pembangunan daerah pedesaan. Mahasiswi KKN selaku pendamping masyarakat, membantu masyarakat menemukan dan mengenali masalah potensi desa, termasuk apa yang ingin dicapai oleh masyarakat tersebut.

Melalui kegiatan observasi, mahasiswi IAI Dalwa Prodi Ekonomi Syari’ah diharapkan dapat memberikan pengaruh positif kepada masyarakat desa untuk lebih dapat mengembangkan kapasitas diri serta memiliki keinginan untuk bersama-sama memajukan desa. “Desa itu harus maju, mandiri, dan sejahtera tanpa kehilangan jati dirinya. Desa adalah milik dan tanggung jawab bersama. Maka seharusnya kita harus melihat, mendengar, mengingat dan memahami desa secara bersama, hal pokok yang harus diketahui kenali adalah tentang desa diantaranya terkait wilayah dan lingkungan desa, kebutuhan penduduk desa, cara mendapatkannya, kegiatan ekonomi dan hasil unggulan desa tersebut”, ujar ustdzh Azizah selaku dosen pendamping prodi ES.

Dalam sejarah perekonomian Indonesia, koperasi memegang peranan penting sebagai salah satu pondasi ekonomi yang berbasis kerakyatan. Salah satu jenis koperasi yang memiliki peran cukup vital bagi pembangunan, khususnya di pedesaan adalah Koperasi Unit Desa (KUD).
KUD secara umum bergerak di wilayah pedesaan. Awalnya koperasi ini dibentuk untuk memenuhi kebutuhan masyarakat desa dalam aktivitas pertanian karena kebanyakan masyarakat desa bekerja di sektor agraria atau pertanian.

Dari hasil observasi yang dilakukan mulai dari wawancara dengan pengurus KUD Sembada, bagian laboratorium, sebelum susu disetor ke Pabrik Nestle, susu tersebut ditampung dalam tabung yang memiliki kapasitas 5.000 liter. Sebelum susu tersebut dimasukkan tabung, susu tersebut diambil sampelnya dalam alat “laktodesimeter” yang berfungsi untuk mengetahui berat jenis susu dan uji kandungan lemak dengan menggunakan alat yang namanya gerber serta obat amilalcohol dan asal sulfat. Total solid (TS) sapi perah KUD Sembada Puspo tergantung dari berat jenis (BJ) dan FAT (Factory Acceptance Test). Hal inilah yang membedakan tinggi rendahnya harga susu peranggota. Dalam sehari KUD Sembada mampu mengirim susu sebanyak 15.000 liter perhari ke Pabrik Nestle. Begitu besar peran KUD Sembada bagi masyarakat Puspo Kabupaten Pasuruan sebagai penggerak rode perekonomian masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *