KKN Mahasiswi IAI Dalwa di Puspo Pasuruan diperkenalkan tentang Pupuk Organik dan Preventif Nyamuk DBD

Bangil-www.iaidalwa.ac.id. kuliah Kerja Nyata (KKN) Mahasiswi IAI Dalwa yang dilaksanakan di Kecamatan Puspo Pasuruan diikuti oleh 148 mahasiswi. Diketuai oleh Khairul Anam, M.Pd.I, KKN ini dimulai pada 8 dan 15 Februari 2019. Mulai 06.00 pagi hari, kegiatan mahasiswi dibagi pada beberapa Desa dan Dusun yaitu Jimbaran dan Kemiri. Masing-masing desa terdapat beberapa dusun. Desa Jimbaran meliputi dusun: Tanjek Wetan, Bonsari, Jambu, Setro, Rejosari dan Jimbaran. Sedangkan desa Kemiri meliputi dusun: Jawar, Lemar Dukur, Pangloan, Kemiri, Siring dan Menganti.

Ada banyak kegiatan yang dilakukan diantaranya pengenalan pertanian organik, peternakan sapi, penyuluhan penanggulangan penyakit demam berdarah dan pengajian ibu muslimat/fatayat.

Tentang pertanian organik Saleh salah satu pengelola pertanian organik di Puspo mengungkapkan pentingnya pertanian organik di zaman ini karena banyak penyakit diakibatkan dari makanan yang sudah tercampur bahan kimia. Selain itu, di Pasuruan sedikit sekali petani yang mau bertani organik.

Hal ini menjadi ketertarikan bagi pengelola pertanian organik di Puspo untuk mengembangkan tanaman organik. Penggunaan pupuk alami di antaranya Saprodi seperti kompos padat yaitu kotoran sapi/kambing yang difermentasikan. VOC yaitu air kencing sapi yg difermentasikan. Bahkan terdapat agen hayati MOL (Micro Organis Local)” juga dibuat secara alami tanpa bahan kimia. Pembuatan MOL yang berfungsi sebagai perangsang tumbuhnya bunga dan buah inilah yg dipraktekkan oleh pria yang berprofesi sebagai petani organik itu dihadapan Mahasiswi IAI Dalwa.

Kecamatan Puspo merupakan icon penghasil susu terbesar dengan penghasilan 5 milyar per bulan. Oleh karenanya mahasisswi IAI Dalwa menggali bagaimana cara merawat sapi dengan baik.

Penyuluhan penanggulangan penyakit demam berdarah disampaikan oleh Kepala Puskesmas Puspo, Sodikin. ” Pemberantasan nyamuk DBD harus serempak dilakukan oleh masyarakat Indonesia”, ujarnya. Akhir kegiatan KKN adalah pengajian dengan ibu muslimat/fatayat Puspo berupa pebacaan “diba'”, ceramah agama dan tanya jawab seputar agama

Meski dilakukan hanya 2 hari, KKN terlaksana dengan baik. Lutfi Rachman, M.Pd.I. selaku panitia SE (Streering Committe) KKN berpendapat, “KKN kali ini menarik. Banyak hal-hal baru yg didapatkan di sana, khususnya di kebun. Saya tidak menyangka saja bisa seperti itu. Mirip mahasiswa mapala”. Juga Koordinator dosen Pembimbing KKN Aminah Bilfaqih, M.Pd. senang dengan hasil KKN kali ini, ” Alhamdulillah KKN tahun ini berjalan lancar & sukses, walaupun masih ada sedikit kendala”. Lailatul Azizah, M.E. salah satu dosen pembimbing memberikan saran, ” Kegiatan KKN masih banyak yang kurang. Namanya kuliah kerja nyata seharusnya aktivitas kita tdk hanya seputar d ibu muslimat/fatayat, ada banyak kegiatan desa yg harus kita dampingi”. Semoga KKN tahun depan semakin bisa menggali potensi yang dimiliki desa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *