BAKSOS BEM IAI Dalwa di Pondok Metal Pasuruan

Pasuruan, Dalwa Berita-Bulan muharram adalah satu dari empat bulan yang Allah muliakan. Dan bulan ini pun memiliki nama julukan di kalangan masyarakat sebagai bulan lebaran bagi yatim piatu. Tak ingin melewatkan momen, pada hari selasa (09/09) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IAI Dalwa mengadakan acara BAKSOS (Bakti sosial) sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama dan sebagai ajang untuk mengamalkan ilmu yang telah didapat di Ponpes Dalwa.

Kali ini giliran Yayasan LKS pondok Metal al Hidayah yang terletak di kecamatan Rejoso, kabupaten Pasuruan, Jawa Timur yang menjadi tempat program tahunan tersebut. Pondok Metal al Hidayah yang diasuh oleh KH. Nur Kholis ini merupakan Lembaga Kesadaran Sosial (LKS) yang menampung anak-anak yatim piatu, anak jalanan, para mantan napi dan juga dari berbagai kalangan lainnya. Terdapat sekitar 130 santri putra maupun putri yang tinggal di pondok ini. 

Turut hadir pada acara ini seluruh jajaran BEM IAI DALWA, dan alumni Ponpes Dalwa Ust. Fahmi asal Tanggerang. Panitia BAKSOS pun juga menyelenggarakan acara buka puasa Asyuro’ Bersama yang sangat dianjurkan oleh para ulama untuk berpuasa dan mengamalkan sunah-sunah pada hari itu. Di mulai dengan pembacaan Maulid Nabi, pembacaan doa Asyura’ dan buka Bersama. Dan dilanjutkan setelah Isya Dengan acara tanya jawab dengan para santri seputar alquran yang juga dibarengi dengan pemberian berbagai hadiah menarik bagi yang bisa menjawab pertanyaan dari panitia. Sembari menunggu dimulainya acara silahturahmi antara panitia BAKSOS dengan pengurus pondok al Hidayah.

Dalam sambutannya KH. Nur Kholis selaku pimpinan pondok berterima kasih kepada segenap pengurus BEM IAI Dalwa yang telah menyambung tali silaturahmi dengan pondok melalui acara BAKSOS ini. Beliau juga berpesan kepada para santri untuk selalu Nderek (Ikut atau patuh) dengan Kiai. dan menjaga wasilah dengan Kiai agar hidup selalu berkah.
“Ibarat lampu, sebagus apapun warnanya seterang apapun nyalanya, pasti ia membutuhkan wasilah untuk menyala. Membutuhkan kabel untuk menghubungkannya. Dan untuk menguatkan hubungan itu adalah dengan taat dengan Kiai dengan semboyan ‘Nderek Kiai Sampai Mati’ dan dengan jujur, Jujur kepada Kiai”. Pesan beliau kepada para santri. Acara pun diakhiri dengan ramah tamah dikediaman KH. Nur Kholis. Zulqisti/red

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *